Dage Goreng Camilan Khas Masyarakat Banyumas

Satu lagi kuliner khas Kabupaten Banyumas yang terbuat dari tempe dan ada campuran bahan dari ampas kelapa yaitu Dage. Dage pada umumnya disajikan sebagai camilan yang digoreng dan biasanya disajikan dengan cabe rawit atau lombok cengis. Namun demikian tidak sedikit yang mengkreasikan dage sebagai kripik dengan rasa yang gurih dan renyah, ataupun sebagai sayur oseng dage yang dikombinasikan dengan kecambah dan cabe merah.

Berdasarkan bentuknya, bisa sobat bedakan kedalam dua jenis yaitu dage bal dan dage mugas. Dage bal memiliki bentuk empat persegi panjang dengan lebar berkisar lima sampai tujuh centimeter dan panjang kurang lebih 25 cm . Dage bal berwarna cokelat mendekati keabu-abuan, dan pada umumnya diselimuti jamur yang pekat dengan warna keputihan. Bahan dasar pembuatan dage bal adalah ampas kelapa. Jenis dage ini apabila digoreng rasanya gurih bercampur manis.

Foto : hernasoekarseno/Instagram

Sedangkan Dage mugas memiliki bentuk kubus dengan panjang sisinya berkisar antara 3 sampai 4 centimeter dengan bentuk seperti tahu. Warnanya hampir sama seperti warna dage bal, hanya sedikit lebih pekat seperti abu yang disiram dengan air dan permukannya tidak halus seperti dage bal, akan tetapi ada benjolan-benjolan seperti membentuk gambar kacang tanah yang dibelah di seluruh permukannya, ini mengikuti bahan dasar pembuatannya. Jenis dage mugas ini sudah sangat jarang ditemukan, selain rasanya yang sedikit aneh seperti mengandung amoniak juga penggemarnya yang hampir-hampir sudah tidak ada lagi.

Baca Juga : Soto Sokaraja Kuliner Kuah yang Enak Khas Banyumas

Dari dua jenis dage tersebut, dage bal merupakan dage yang beredar luas dipasaran. Hampir setiap pedagang gorengan yang menyediakan pisang goreng, mendoan, tahu, atau jenis gorengan lain, pasti menyediakan dage goreng. Dage goreng hanya bisa bertahan kurang lebih selama 24 jam, dan apabila lebih dari waktu tersebut maka rasanya sudah berubah, bagian luarnya akan terasa asam dan bagian dalamnya menjadi pahit. Proses pembuatan dage, tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan tempe kedelai. Semua bahan-bahan dibersihkan, dikukus, selanjutnya diberi ragi agar terjadi proses fermentasi.

Seiring dengan kemajuan dan kreatifitas masyarakat yang semakin meningkat, kini Dage tidak hanya dijadikan sebagai gorengan saja, akan tetapi telah diolah menjadi makanan bentuk lain yang lebih tahan lama. Mungkin banyak masyarakat yang sudah pernah merasakan nikmat dan gurihnya kripik dage. Kripik dage merupakan hasil kreatifitas masyarakat melihat pangsa pasar kuliner di Banyumas yang cukup menjanjikan. Kripik dage bisa bertahan sampai satu minggu lebih, bahkan bisa mencapai satu bulan.